Showing posts with label Bashou. Show all posts
Showing posts with label Bashou. Show all posts

Sunday, August 17, 2014

Negeri nyaman



Petikan Haiku dalam Sukma Basho Dalam Haiku [ITBM] hlm 103, No. 198.
Di sudut ini/semua yang dilihat/nyaman belaka.
kono atari/me ni miyuru mono wa/mina suzushi.
Dalam pengembaraan Basho ke negeri Gifu, dia singgah di rumah kawannya yang kaya, saudagar minyak. Pandangan dari rumah kawan ini memperlihatkan [gunung-ganang dan sungai di lembah] saujana yang nyaman (angin sejuk yang datang di balik gunung).

Kigonya nyaman untuk musim panas. Musim panas di Jepun amat panas melengas dan berbahang. Makanya angin sejuk pada musim panas ini dipanggil sebagai angin nyaman atau suzushi. Pada musim lain, sejuknya tidak rasa nyaman.
Dalam Kamus Dewan nyaman diberi maksud angin senja atau kesejukan pagi. Akan tetapi pada musim panas di Jepun, angin nyama ini dikatakan "suzushi".
[imej travelerfoloiodotcom]


*****

Tuesday, August 12, 2014

Bimasakti


[image courtesy of jplnetcom]


[image courtesy of 4traveljp]

Saya terlihat ramai yang menulis tentang bimasakti dalam puisi dan sajak belakangan ini. Bimasakti yang tercatat dalam Kamus Dewan bermaksud jaluran cahaya malap yg terentang di langit pd waktu malam yg terdiri drpd jutaan bintang, nebula, dsb. Sebenarnya bintang-kemintang ini tidak malap jika dilihat di bahagian utara Jepun. Fenomena ini berlaku pada musim luruh di kutub utara dan pada waktu ini pergerakan bintang-kemintang itu paling dekat dalam pusingannya pada bumi.
Matsuo Basho juga pernah melihat fenomena ini. Batu tulisan dalam imej itu melakarkan haiku Basho yang terilham ketika dia mengembara ke Niigata [saya juga telah sampai di tempat ini] dan melihat dari tanah besar Jepun ke laut. Di situ terdapat pulau Sado.

Dalam buku "Sukma Basho Dalam Haiku" halaman 125, haiku nombor 238 terdapat haiku yang diterjemahkan begini:

Laut gelora
merentas Pulau Sadou
sang Bimasakti.

Kigo dalam haiku ini ialah Amanogawa atau sungai Bimasakti. Mungkin Melayu mengenalinya sebagai garisan bintang. Amanogawa ialah kigo musim autumn atau musim luruh. Ketika Jepun [yang berlokasi di pola utara] melalui pusingan autumn, bumi pada waktu ini bergerak paling dekat pada bintang2 yang menerawang di galaksi.

Ketika ini Basho sedang meneroka kawasan Niigata yang bersebelahan dengan pulau Sado. Dia melihat langit penuh dengan bintang-kemintang dan juga bintang-bintang jatuh [falling stars]. Pada saat itu, imaginasi Basho melihat dia berada di sebuah jambatan dan waktu itu dia sedang menyeberang sungai bintang-kemintang atau sungai bimasakti. Terilhamlah haiku ini.

*****

Friday, May 31, 2013

木笠

 source:urawa328

Ini salah satu batu puisi dalam laluan Basho ketika dia mengembara bersama pergikutnya, Tokoku (Mac 1688).

Haiku ini berbunyi:

吉野にて桜見せうぞ檜木笠 
Yoshino nite sakura mishoo zo hinoki-gasa

Tiba Yoshino
mari tengok sakura
topi kulit pine
@terjemahan Leyla Shuri.


source: haikutopics

contoh [木笠 ] topi kulit pine (tajuk di atas) yang digunakan orang Jepun dari hujan dan panas waktu mengembara.

*****

Wednesday, July 07, 2010

Tanabata

Image:Wikipedia

Today Japan celebrate Tanabata, 7th July or 7-7. Its a cultural tradition.
On this summer night, in this atmosphere, two brightest stars will cross the bridge on The Milky Way (Bimasakti). They cross only once a year.
The Japanese believe one star is a male named Hikoboshi (Altair) and the other is a female star called Orihime (Vega). These two stars are lovers. They meet for one night a year (on 7th July) and make love till the sun comes out in the morning.
Romantic dont you think!
But unfortunately, if it rains, the sky is not clear and they might not find each other in the whole galaxy of stars.
And in Okinawa today, it is raining. Poor Hikoboshi and Orihime. Maybe this year they don't see each other.

So, even the stars have hard time perpetuating their love, what do you think of lowly people like us!

Traditionally, people in Japan will gather outdoors for picnic but tomorrow is a school day, I doubt they do it tonight.

Every shopping complexes will put up bamboo trees and children write their wishes and tie it on the branches. (Orang Islam tak boleh buat ini, sama dengan buat doa bila tiup lilin atas kek hari lahir. Kita hanya minta doa kepada Allah dan hanya Allah akan makbulkan doa kita...mana pula buluh, tiup lilin boleh makbulkan doa kita...kuat sangat ke power benda Allah itu...chish).

There is one haiku by Basho about this Tanabata thing. People who study this haiku, will feel the rain in the middle of the sky when the two star lovers make love. This haiku has sexual connotation.

The word Basho used is Uchuten or rain in the heaven.

Tanabata no
awanu kokoro ya
uchuten

Now my version of Tanabata

Tanabata sky
my husband sleeps on the couch
with the teevee on.

*******

Sunday, August 30, 2009

Tatkala hidup berbenih...



命が物種 (Inochi ga mono dane)  When there is life, there is hope.

This is a Japanese proverb.

Go over it in Bahasa and it sounds: Hidupan itu benda berbenih.

Hidup kita ini sesuatu yang berbenih. Orang Jepun kata begitu.

Bashou (guru haiku) duduk bersendirian di ladang yang penuh dengan daun kentang.
Dilihatnya petani-petani sedang sibuk mengeluarkan kentang pada musimnya. Bashou duduk di kelilingi dengan timbunan kentang.

Lalu Bashou teringat peribahasa ini. Hidupan itu benda berbenih.

Kentang itu berbenih. Selagi ada kentang (yang berbenih), ia boleh menyara kehidupan manusia. Setidak-tidaknya manusia tidak mati kelaparan.

Lantas, Bashou mengilhamkan haiku ini.

命こそ 芋種よまた 今日の月

Inochi koso/ imodane yo mata/ kyou no tsuki

Yang bermaksud:

Kentang bertunas/
hidup itu berbenih/
bak sang purnama
******
Translation by jahrera ryukyu
*********

Wednesday, August 12, 2009

Tatkala bimasakti mengalir...


Bimasakti-Amanogawa (kata musim luruh)

1. 荒海や 佐渡に横たふ 天の河

Araumi ya/ Sado ni yakotau/ amanogawa
Sang Bimasakti/ merentas Pulau Sado/laut gelora
(Sado: Sadogashima= Sado Island)
***********
Sungai bimasakti di cekerawala mengalirkan taburan bintang-kemintang.
Saya pernah menyoalkan darihal haiku ini. Mungkinkah Bashou hanya berkhayal apabila menghasilkan karya ini?
Haiku (sejenis puisi Jepun) berasal dari Bashou Matsuo. Dialah orang pertama (guru) yang memperkenalkan haiku di Jepun.
Saya mempersoalkan kewujudan sungai bimasakti. Mana ada sungai bintang-bintang yang mengalir setiap tahun di cekerawala? Mana ada?
Tapi Bashou kata ada. Siap dengan haiku di atas.
Bashou kata setiap tahun lewat musim panas atau musim luruh, sungai bintang-kemintang ini mengalir di angkasa.
Selama ini saya tak yakin...
Tapi...
Terbukti sudah! (Lihat laporan di bawah)
Memang ada sungai bimasakti. Bashou bukan berkhayal.
*******************
AFP - Wednesday, August 12PARIS (AFP)

Perseid meteor showers heading your way

The night sky will sparkle with "falling stars" on Tuesday and Wednesday as Earth passes through a trail of dusty debris from the Swift-Tuttle Comet, say scientists.
The light show, called the Perseid meteor shower, kicks off each year in late-July and increases in intensity, peaking a couple of weeks later.
The Perseids occur when Earth runs into a trail of dust and pebbles deposited by the comet Swift-Tuttle in its 130-year orbit around the Sun.

This debris strikes the upper atmosphere at around 60 kilometers (37 miles) per second, a speed that causes it to burn up into a white-hot streaks. Bigger chunks can be seen as fireballs.

Meteor showers vary from year to year, depending on the amount of debris.

In the early 1990s, there were several spectacular Perseid shows, with bursts of several hundred meteors per hour.

Meteors are named after the constellation from which they seem to appear -- in this case, Perseus, a northern constellation lying east of Cassiopeia and north of Taurus.

The light show, called the Perseid meteor shower, kicks off each year in late-July and increases in intensity, peaking a couple of weeks later.

On a clear night in a dark sky "you should see dozens of meteors per hour," notes Bill Cooke of NASA's Meteoroid Environment Office.

East Asia is best placed to see the shower at its most intense moment, which is predicted for 1800 GMT on August 12, according to the US publication Sky and Telescope (skyandtelescope.com).

The meteors are also active for many days before and after this date, though the light reflected by a waning quarter moon may obstruct the view somewhat.
***********************