Monday, March 31, 2008
Aida Mitsuo - Issho benkyo Issho seishun
Homeless Chugakusei
Comedian’s autobiography on homeless childhood becomes record bestseller
Comedian Hiroshi Tamura’s autobiographical novel “The Homeless Junior High School Student” (Wani Books) has in the only two months that have passed since its Sept. 3 release sold more than 1 million copies, the Sports Daily reported Monday.
Now 28-year-old Tamura, member of the comedy duo Kirin, saw his family break up while he was still in junior high school, forcing Tamura to in periods spend his nights in public parks. The autobiography tells frankly about hardships Tamura went through, such as having to eat cardboard to survive, according to the Sports Daily.
His autobiographical novel, “The Homeless Junior High School Student,” has become the fastest selling non-fictional book in Japan on record, and the publisher is currently looking into sending an application to Guinness World Records for fastest selling non-fictional book ever, while bids for the rights to make screen adaptations and TV-series out of the novel are flooding in.
Link: http://www.japannewsreview.com/entertainment/books/
20071113page_id=2998
I showed this book to my husband when I saw the attractive title. He remarked it is impossible for a secondary-age school boy to live as homeless in Japan. The social welfare department see to it that he should not live a homeless life.
This is an autobiographical novel, his true life.
Question is how did he end up as a homeless high school boy?
He was living in the neighbourhood children's playground, hungry all the time, eating cardbox paper and on top of that he managed to attend school everyday.
In Japan, every neighbourhood children's playground is facilitated with a small public toilet and wash basin. He used this public toilet and washed himself everyday while living in the cardboard box.
How did he end up homeless in a rich country like Japan?
This is a light review of the book.
His mother died and his father was unemployed due to the re-structuring economic trend during the early 1980's.
His father left them, his brother studying in the university, his sister in high school and him.
One day, they have to vacate their house due to unpaid rent. The brother and sister decided to stay at a temple but he told them he wanted to stay at some friend's house. But he ended up at the playground secretly.
Imagine a boy who had warm meals home-cooked and home-served everyday, imagine a boy who has clean clothes laid out for him every morning. Imagine how he managed his life while sleeping in the public playground.
His homeless plight for one month was known and they were put in the government's children home. He becomes a well-known television comedian now. Lately, there was some rumours that he found his father but that is another story.
Within two months of release, the novel sale jumped into the one million mark!
The fastest best-sellers ever!
Saturday, March 29, 2008
Mitsuo Aida: Honki
Friday, March 28, 2008
Bashmala

Kenal tak buah Bashmala?
Mungkin banyak orang melayu pernah makan tapi masih tak tau panggilan nama buah ini.
Yang masalahnya, apa namanya buah ini dalam Bahasa Melayu, yang amat dibanggakan oleh orang Melayu (banggakah orang Melayu dengan Bahasa Melayu? - soalan ini bukan menghina, memandangkan banyak orang Melayu yang speaking-spangking).
Tak kisahlah saya orang tak cakap bahasa Melayu tapi kadang-kadang istilah-istilah bahasa Melayu belum ada lagi dalam kamus ternama seperti kamus DBP.
Ambil contoh buah ini, apa namanya dalam Bahasa Melayu?
Namanya ada dalam bahasa Portuguese, Croation, Italian, Hungarian, Spanish, Catalan, French, Hebrew, Lebanese, Greek dan Turkish. Tapi bahasa Melayu apa?
Orang Armenian menamakan buah ini dengan nama sungguh manis bunyinya, Nor Ashkhar, dan orang Arab menggunakan nama Bashmala. Jadi saya fikir dalam semua-semua nama, baiklah saya pilih nama arab pada panggilan buah ini, buah Bashmala. Terbayang pula gadis ayu dari Mekah dengan lirik mata yang jernih dan bulat.
Sebenarnya orang Cina Cantonese memanggilnya buah low Gwat atau pipa sebab buah ini berbentuk seperti gitar Cina.
Orang Jepun juga menamakannya mengikut gitar seakan-akan yang ditiru dari Cina, gitar Biwa.
Jadi buah ini orang Jepun panggil buah Biwa.
Orang Hindi mengikut panggilan orang Cina, low qwat menjadi lokaat.
Kalau ikut nama antarabangsa buah ini, ia terkenal sekarang dengan nama loquat.
Tapi nama Bahasa Melayu saya tidak tahu *sigh*
E-bonda pagi Jumaat yang nyaman hari ini meleret panjang hanya kerana tidak tahu nama buah Bashmala!
Itulah perangai e-bonda, perkara yang kecil begini boleh jadi tekanan, sabar ye e-bonda.

Saya hanya ingin catatkan yang buah bashmala ini pertama kali berbuah di halaman depan rumah saya pada tahun ini, bulan ini, hari ini, pagi ini (now you know precisely the meaning of "meleret"!).
Orang Jepun pangkatkan situasi ini sebagai hatsu biwa atau biwa pertama.
Manis, masyaAllah.
nota rujuk: http://en.wikipedia.org/wiki/Loquat
Wednesday, March 26, 2008
Maccha
Maccha is tea but its in the powdered green form. This powdered green tea is extracted from the newest and softest green leaves, dried up and grind into powder. It is more expensive that the normal tea leaves sold for drinking. The dietery value of the leaves are not reduced in any form during the production into powder state.
I saw from a blogger who is known for her skill in producing beautiful cupcakes in Brunei, Nina Suria when she made Maccha mini doughnuts.
But here on this island, I want to show another version of this beautiful, green maccha.

This is Maccha baumkuhen. Actually, I've known this cake as kek lapis all along. I loved the rempah kek lapis from Indonesia. But Baumkuhen or bamukuhen, the Japanese call it, here is all maccha, made from the powdered green tea. The taste of green tea in this cake is refreshing.
Then again, Okinawa people have their own version of air batu kacang or shaved ice with sweet toppings.

These three air batu kacang are of different flavours. I know you, my beautiful readers have already guessed that green colour is Maccha air batu kacang. The white, round ball is pulut or glutinous powdered rice ball.
But, here is the interesting part. What is the flavour from the purple plate and the brown plate?
Anybody who can make the right guess of both plate (not one plate-must be both), will get a packet of green Japanese tea from me (not maccha).
Hey, I'm just making life interesting, so go ahead, make a guess.
Thursday, March 20, 2008
Maulidur Rasul Mar.20, 2008
What do we do on this date? I would do my normal routine and read the selawat. I mean, its not like I am doing it just on this day.
Actually, selawat on Nabi Rasullullah is istiqamah. Meaning, would be barakah to say the selawat any day of the year. Not just today.
But some people would do the "doa selamat" at home calling some imam to read doa and having good food after that.
The controversy of this "bidaah hasanah" is so difficult for me to digest. I am not at the level to consider myself able to weight the pros and cons.
Some clever people call it bidaah and yet hang the word hasanah there.
If you take a peep at Masjid Nabawi in Madinah now, where the Raudhah is...would you see people feasting on food?
I don't have the answer, this is my musings, just my wondering thoughts.
Spring is here on this island. My pots of pandan leaf did well this winter. Maintaining its deep, green leaves on the tip with some pale, yellow leaves at the base of the stem.
You should see their mouths open and shut when I show them what I did with my pandan leaves.
Here it is!
Pandan bun and pandan jam. Eat your heart out!
Tuesday, March 18, 2008
Akhir sakura Mac.2008

Saya berfikir sendiri, musim sakura untuk tahun ini sudah nak habis. Kalau terlepas sekarang, kenalah tunggu tahun depan. Sebelum hujan mencabut kelopak-kelopak sakura, baiklah saya pergi menikmatinya sendiri. Baru-baru ini saya tidak bersama warga melayu di sini pergi berkelah menikmati kembangan sakura.
Inilah gambar bukit di belakang rumah saya. Kalau lihat rumah-rumah di puncak bukit, kawasan dalam lagi terdapat rumah saya.
Saya memandu sendiri pergi mencari kembangan sakura dan berhenti di tepi jalan ini.
Yang menarik sangat dengan pokok sakura ini ialah hanya kelopak-kelopak sahaja menghias jalan itu. Ia tumbuh di bawah jalan.
Saya rasa ingin tengelamkan diri ini dalam kelopak-kelopak halus dan harum itu. Sungguh terpesona dengan kecantikan kraf Allah Ta'Allah, subhanAllah.
tikaman duri
Thursday, March 13, 2008
Pemenang Pulut Sakura
Unsunghero dengan haikunya
Manis sakura
tak tergapai rasanya
memeram rindu.
Ulasannya: manis sakura itu ditujukan pada "pulut sakura"(dalam gambar) dan pada orang yang tidak dapat merasanya, boleh membawa pada keadaan yang biasa dipanggil sebagai "kempunan" (memeram rindu). Tafsiran ini dilihat pada ayat zahir yang tertulis di haiku ini atau tafsiran luar.
Jika dilihat pada maksud berlapis atau metaforanya atau tafsiran dalam, haiku ini membawa pada tema kerinduan. Seseorang yang "memeram rindu" dan tidak dapat merasa "kemanisan" rindu itu.
Unsunghero, kitty chan is on the way, insyaAllah.
Oh, lagi satu...darihal gambar "tikam-tikam" itu, kenapa janggutmu tersenyum simpul?
haiku dari Ummi...
Sakura yang kurindu
damai di hati
indahnya mimpi.
Tema yang sama boleh dibunyikan begini...
Pulut sakura
kelopak dalam mimpi
manis taburan.
haiku dari CikMilah...
Musim sakura
kusenyumi marahmu
di tinta warna.
Tema yang sama boleh diedit begini...
Pulut sakura
mengucup kemarahan
di kuntum bibir.
Saya tuliskan pembetulannya di sini sebagai sample untuk sesiapa yang ingin cuba mengarang haiku.
Ada sesiapa ingin mencuba? Kalau ada, saya akan siapkan Kitty Chan lagi.
Thursday, March 06, 2008
Mingguan Wasilah-Darma Mohammad
"HAIKU" yang menyegarkan
MINGGUAN WASILAH / 2-8 Mac 2008 / Sastera / oleh DARMA MOHAMMAD
Peminat sastera Melayu sekian lama tertunggu-tunggu penerbitan antologi Haiku sepenuhnya yang ditulis oleh penulis Melayu di dalam bahasa Melayu. Sebelum ini pembaca pernah membaca haiku dalam bentuk antologi seperti buku "Sepanjang Jalan" kumpulan haiku oleh penulis Brunei Mas Malinja.
Haiku berakar dari sejarah puisi Jepun yang lama. Dengan bentuk yang khusus 3 baris dengan sukukata 5-7-5 itu, membuatkan haiku ini sangat unik. Ini bererti baris 1 mempunyai 5 sukukata, baris 2 mempunyai 7 sukukata dan baris 3 mempunyai 5 sukukata. Menulisnya memerlukan kemahiran yang tersendiri dengan menggunakan imej-imej alam yang menarik.
Buku yang dimaksudkan di sini ialah "Antologi Haiku 2006" yang diterbitkan oleh Abdullah Abdul Rahman atau lebih dikenali sebagai TabirAlam pada tahun 2007. TabirAlam sendiri menulis haiku di dalam buku ini.
Antologi ini disusun oleh Lelahiro (Hajah Halela bt Haji Abdul Razak, yang bermastautin di Okinawa, Jepun) yang turut menyumbangkan haiku. Seorang lagi penulis haiku yang memberi sumbangan ialah Dipinggiran (nama bagi Rusmimi Musa) yang menetap di Putrajaya.
Membaca haiku menimbulkan semacam keindahan melalui bahasanya yang padat, jumlah kata yang terkawal dan cerita atau persoalan kehidupan sehari-hari. Haiku pastinya banyak meneroka pengalaman dan perasaan penulisnya yang berbagai ragam. Ada semacam sihir yang menyimpulkan idea haiku di dalam baris akhirnya.
Lihat bagai mana Lelahiro menulis:
"pulau bergegar / mata taufan menghirup / tenaga alam".
Atau Dipinggiran menulis:
"di persimpangan / gelap mencari jalan / sengat si jengking".
Begini pula pula tulis TabirAlam:
"hujan tengkujuh / gunung yang kian lembut / tidak berjumpa".
Ada rakaman peristiwa yang terkesan di hati penulis-penulisnya. Lelahiro agak terkesan dengan suasana yang dialaminya di pulau Okinawa yang selalu terdedah dengan ribut taufan.
Manakala Dipinggiran berdepan dengan dilema kehidupan yang cukup mencengkam sehingga terpaksa mengalami keperitan hidup.
TabirAlam pula musim tengkujuh mendatangkan gejala lain yang mengharukan.
Haiku menuntut ketajaman akal pembaca. Melalui tiga baris yang padat itulah haiku menyampaikan pengalaman atau perasaan penulisnya. Biasanya unsur alam menjadi unsur yang dominan di dalam penulisan haiku.
Suka duka kehidupan dapat diterapkan di dalam baris-baris haiku.
Peristiwa berkaitan dengan agama cukup digemari oleh tiga penulis di dalam antologi ini.
Di sini dikemukakan tiga contoh daripada tiga penulis haiku yang terdapat di dalam antologi ini.
Tulis Lelahiro: "di masjid usang / cengkerik pun getar / solat sendiri".
Dipinggiran menulis:
"gelap meraba / denyut zikir dan wirid / semut meniti".
Manakala TabirAlam mengungkapkan,
"Qiamullai / khalwat mencari waktu / tujuh anggota".
Terdapat lagi untaian haiku yang berunsur agama di dalam antologi ini. Peristiwa yang dialami atau direnung oleh penulis diolah dengan bahasa yang indah. Pembaca akan terpikat kerana kepadatannya.
Tidak ada masa untuk penulis haiku untuk bertele-tele dengan penceritaannya, atau memanjang-memanjangkan kata kerana haiku amat terikat dengan skema sukukata yang ketat.
Bagaimana pun mengikut Hajah Halela, "Terdapat lebih kelonggaran dalam persembahan haiku moden dari segi kebebasan pengiraan sukukatanya. Ini bermakna terlebih atau terkurang satu atau dua sukukata tidak menjadi kesalahan dalam persembahan haiku moden".
Untaian haiku di dalam antologi ini adalah hasil karya sepanjang tahun 2005 dan 2006 yang tersiar melalui laman web Komuniti Haiku di http://www.esastera.com/.
Dimaklumkan bahawa penerbitan antologi ini adalah ilham daripada Lelahiro yang merupakan ahli Persatuan Haiku Ishimine, Okinawa, Jepun tempat beliau menetap sekarang ini.
Malah Halela merupakan pengarang haiku dalam tiga bahasa iaitu bahasa Jepun, Inggeris dan pastilah bahasa Melayu.
Di Jepun, Halela merupakan pengarang haiku (dalam bahasa Jepun) yang disegani. Tidak hairanlah ramai penulis haiku (di Malaysia) yang menjadikan beliau sebagai guru haiku.
Pengucapan haiku di dalam antologi kaya dengan imej alam (malah ini semacam kemestian dalam menulis haiku), permainan bunyi dan metafora yang menyegarkan.
Haiku memerlukan metafora yang mampu mengindahkan bahasa. Idea, persoalan atau pemikiran di dalam haiku bertolak daripada kehidupan zahir dan batin. Penulis-penulis haiku di dalam antologi ini mempunyai daya persepsi yang tajam dan penguasaan bahasa yang kuat.
Adalah dicadangkan penggemar puisi yang belum terdedah dengan haiku, membaca antologi ini dengan serius. Sejumlah 150 buah haiku di dalam antologi mampu menyentuh perasaan pembaca yang berjiwa halus. Setiap halaman dihiasi dengan gambar atau pun dengan lakaran yang berseni. Semua itu memikat hati.
Haiku patut dirakyatkan juga di dalam masyarakat kita melalui penulisan dan pembacaan.
Bak kata Hajah Halela, "Haiku wa jinsei atau Haiku itu kehidupan."
Syabas kepada lelahiro, Dipinggiran dan TabirAlam yang berjaya menghasilkan untaian haiku yang menawan hati.
Sunday, March 02, 2008
Yoroshiku onegai shimasu
**********************************************
Yoroshiku onegai shimasu...tidak ada istilah ini dalam BM atau BI.
Kalau huraikan benang dalam tenun kain frasa ini, harus membuka kamus besar dan teliti satu persatu ungkapannya.
Baiklah, saya cuba. Bukan, ini bukan sessi belajar bahasa Jepun. Ini catatan gaya penghidupan yang bermula dengan frasa yang paradoks ini.
Sebelum saya buka naratif, silalah lihat makna atau maksud asal ungkapan di tajuk itu.
Perkataan asalnya ialah negai atau wish. I wish to be rich. I wish you can be rich so I can share it with you.
Atau desire. I desire to be the first Malay president of America. I desire to make everybody around me happy or something like that.
Favour. Do me this favour, will you?. I beg you favour me by being my friend. Or on this line of thinking.
So the Japanese use these three situations for the phrase in the topic.
When you are introduced to someone new, all you have to do is to say "yoroshiku onegai shimasu"! You don't have to say anything else, this phrase will do, its complete in itself...self-explanatory.
You don't have to make small talk about your family or that person's family, just this phrase suffice.
Ok, now I open my story.
Dia selalu terlihat orang itu di satu tempat. Mungkin setiap kali dia berada di tempat itu, orang itu akan tersenyum padanya. Maka dia ingin menjadi kawan pada orang itu. Tak salah, berkawan sahaja.
Tapi apakah caranya untuk membuka pintu perkenalan ini?
Dia menggunakan adat yang dia sudah biasa dibesarkan..."yoroshiku onegai shimasu"!
Tapi dia tidak tahu frasa ini dalam bahasa melayu atau Inggeris.
Dia gasak sahaja.
"can you be my friend?"
Yang mendengarnya semestinya merasa terhormat, merasa dirinya diappresiasi, gembira sangat.
Yang mendengarnya, bukan orang Jepun, memang tidak tahu maksudnya yang cetek dalam bahasa Jepun (lihat lagi sekali di atas).
Yang mendengar itu menanya balik..."why me?"
Dia membalas dengan selamba, "just be my friend"!
Tapi situasi ini tidak tamat di sini.
Tuesday, February 26, 2008
The Covenant
**********************************************

I gave myself only 3 days to repair my pc. Friday, Saturday and Sunday...that's it.
Monday...I had better things to do in life than to find for some cyber worms, that if non-existent, wouldn't affect my living being at all.
Well to tell the truth, I never give up. I still tried to go inside the system registry, what with HKEY_LOCAL_MACHINE_SOFTWARE_MICROSOFT_WINDOWS_CurrentVersion and the whole gargle.
The Green Gargle of the CyberGangrene!
That's how I feel.
Anyway, I have to challenge myself. What's life without its challenges.
But it's not a winning case here. I managed to nuke some but there are still lots hiding in there.
So, there goes my three days. I lost!
I go the easy way out...REFORMAT.
For the next 48 hours, I did the whole do again.
Prayer time, Yahoo messenger, Internet Explorer 7, Service Pack 2, Norton, Lavasoft...updates and updates.
At the point of writing now, I haven't even done with printer, fax and skype camera drivers.
Maybe later. My blood have gone to every capillaries in my brain. At least with that condition, I can console myself that my brain neutron is still in good working condition.
Do you see that book on top there?
I've been reading it for the past 4 months. Four months. No joke!
It has 1238 pages and at 4 month's reading, I'm only on page 455.
That's an average of 100 pages for 1 month and if my calculation is exact, at this speed, I might finish reading it in 8 month's time.
This book is very engrossing, not a dull moment in history, for those who think...ah, she's reading a boring book.
I have a whole line-up of books to read after 8 months. You see, unlike some people I admired who can read 3-4 books at the same time, I have to finish one book at a time to go to the next.
Just last week, one very good friend who came here about 6-7 years ago, sent me
Travelog Haji by Muhd Kamil Ibrahim and one Rasa magazine from Karangkraf.
Thank you Hanisah Hassan, budi baikmu akanku kenang selagi masih ada hayat.
Those other books will have to wait another 9-10 months before I can even blink at their title.
*sigh*
Ps: I know Prof. Muhd Kamil Ibrahim, used to write comments in his blog 2 years ago when he first started to play in blogger.com but not anymore.
Why don't I write those comments anymore?
The cyber worms took his site away...I reformat!
Sunday, February 24, 2008
Virus attack
**********************************************

Friday night, I wanted to know the code for embedding MP music, so I searched for the code and out came some sound oooo and ahhhh.
Oh, oh, I knew immediately, some lucah site managed to break down my cover. Habis, that was the only thought that came in mind.
Yes, habis...
I take care of my pc like its my own child. I cover it with high security, on top of that, closed all spams and no pop-up is allowed.
More that that, every page I open I make sure the setting will prompt for cookie permission.
Than, every time I shut down, all cookie and temporary files are destroyed, just in case there are some ugly-ducklings trying to hide in the cookie.
On top of all this, every week, I do spyware and anti-virus scanning and of course not to mention, very top in latest virus updates and spyware.
So, I thought I was very safe. I thought I can gleefully fly all over the cyber world like the Japanese emperor going shopping in town.
Then I hear some ooohhh-ahhhhs.
This bloody lucah site break the spam wall, knock down pop-up protection and slide ever so smoothly in my system registry. Forgive my language...CILAKA betul semua manusia yang buat kerja "lucah" belakang tabir!
Ok, anti-virus screams every now and then for me to clean this pc, I am infected with Worm.Win32.NetSky (maybe from activeX of the lucah site) and Trojan Downloader (this one another big pain in the neck).
Went into system restore and work in safe mode, scan spyware and anti-virus for two rounds and still the worm is inside, can't get rid of it.
Where is it hiding?
In my system registry.
But I can't find the command line for the path to the registry of this worm.
What do I do?
I've spent this whole weekend tickeling and the spring sun is outside, shining ever so welcomingly. Warming my body and inviting me to bath in its light.
ps: Help me, if not I will have to reformat and then again all my links will be gone.
*sigh*
Tuesday, February 12, 2008
Kitty for Sakura haiku
************************************************
HARI KEBUDAYAAN JEPUN
SEMUA dijemput untuk menghadiri majlis anjuran myJICA & Kumpulan Karangkraf Sdn Bhd yang akan diadakan seperti berikut:-
Tarikh: 16 Feb 2008 (Sabtu)
Masa: 9 pagi - 5 petang
Tempat: Dewan Ukur, JUPEM. Jalan Semarak, Kuala Lumpur
Acara:9 pagi - 12 tgh: Bengkel Haiku oleh Rudy Bluehikari.
Buku Antologi Haiku 2006 akan diedarkan bersama.
Combining samisen, the traditional instrument with some latest very hi-tech equipment with the Yoshida Brothers. Enjoy!
***********************************************
While I finish up some haiku translations and in the meantime not able to update on blog writing, I would like to encourage some readers to venture into the haiku world.
Here is the deal.
The theme of the haiku will be on sakura,not sakura bloom nor sakura flower, just sakura or sakura mochi or pulut sakura. The haiku can be in B. Melayu or English. This is the sakura season in Okinawa.
You can write as many haiku as you like.
The picture below is sakura mochi or pulut kacang sakura in B. Melayu.

The best haiku will get from me these Kitty products.
a) a hand-set holder
b) traveller's mash pouch

My decision on the winner is final. If there are more than one winning haiku, then each winner will get one Kitty-chan.
Last entry by March 15, 2008.
PS:Members of BashoHut are not advisable to take part.
Tuesday, February 05, 2008
Darma Mohammad
**********************************************
The color of your smiles
painted on the clouds;
slowly drizzled together
with the wind;
soaking my soul.
Darma Mohammad. April 17, 2006
http://www.ufukhati.blogspot.com/
I don't remember how I got to know his blog but the piecework of Smile here is among some of his earliest postings. From that first reading on, I opened his page everyday to breath at his creative writings.
During the era of early postings in his blog, I treasured the moment to be his only commentor, which meant I get his full attention. But with his flowering and come-alive lines, this didn't last long. A couple of months later, he gets around 10 or more commentors on every postings. Then something tragic happened, nine months later, he stopped from blogging. Everyday his fans and avid readers would pester him, thirsty for some sweet cups of words that he smoothly pours, but he still would leave the container dry.
Leaving some very disappointed fans.
He is the quiet, very polite and humbly low-profiled Darma Mohammad (I use his pen name).
I was among those disappointed people, trying to find his words everywhere.
One time, I even thought another person with almost identical name, to be him.
I gathered some of his writings and lines that he dropped all over the cyber world. Accumulating and storing them painstakingly.
Two years passed and from a reliable source, he was one of the earliest people to hold my Haiku Antology book.
That alone is relevant for me. That alone shows his interest in haiku.
A month ago, he let known his feelings of wanting to learn more on the ways of writing a proper haiku.
Salams passed and immediately some of the most beautiful haiku came my way.
I knew from earlier reading that most of his free-style peoms have accent of nature, attention on season and the changing cycle of scenery. Which is the very core subject of writing haiku.
So, it not a surprise to see him going into haiku with ease and smooth-flowing talent.
Yesterday, I received from him two of his books which comes in "7 lapisan tirai". That was a joke and I have to laugh so loud alone.

Di laut ada garam. Batu karang menghisap
bajamu. Embun merayap turun ke bibirmu
menjamah rasa asin. Rumpai laut subur
di atas buaian buih. Laut tetap teguh menghampar
mukanya yang berkedut. Tuhan, kuasa-Mu abadi
tak tercabar. Engkau memberi roh
kepada laut bersama garam. Kau memberi baja
kepada batu karang. Rahmat-Mu Ilahi melesat
dari teras mutiara ke janggut-janggut udang.
Pasir Mas, 1988
Janjang Iktikaf-Darma Mohammad-(izin diluluskan)
Terima kasih sdr Darma Mohammmad.
Friday, February 01, 2008
Niat blog
**********************************************
Saya mula menulis di blog ini pada Oct. 7, 2003. Menjadi 5 tahun pada Oct. tahun ini, 2008.
Yang memulakan saya ke dunia blog ini ialah tak lain tak bukan sdr MBA, sekarang Naib Presiden JICA Malaysia.
Niat sdr MBA membukakan blog ini mungkin maukan saya menulis segala pengalaman pulau ini sebab beliau sudah berkursus di Okinawa 2 kali, tahun 1989 dan tahun 1999.
Masa itu tahap bahasa melayu pada diri saya sangat lemah. Saya tidak pandai menulis bahasa melayu dan tidak berapa faham pada pembacaan bahasa melayu.
Saya masih mengikut ejaan lama sebab tidak tahu sistem ejaan melayu telah diubah dalam pertengahan tahun 70 an.
Ejaan menulis entri di blog ini masa permulaan dulu contohnya...
di-kampong
kalang-kabut
ayer sungei
beneh buloh
dan
masa itu saya rasa sangat bangga dalam keadaan tidak tahu itu.
Alangkah pedih hati, sedikit demi sedikit, saya dapati yang saya telah kehilangan 20 tahun dalam ilmu kesasteraan bahasa melayu.
Kenapa sedikit demi sedikit baru saya tahu?
Sebab orang yang mengajar saya bukan guru tapi kawan kenalan blog ini juga.
Mereka masih bersama saya sekarang...
ucapan terima kasih dan penghargaan pada Sri Diah dan Zareda.
Dalam kekecewaan kelemahan bahasa melayu, adakalanya saya rasa sungguh perit dan malu dan ingin memberhentikan menulis blog.
Tapi dengan berfikir positif, tidak ada untungnya jika saya berhenti menulis.
Saya harus teruskan...
Cara saya menaikkan taraf tulis bahasa melayu sangat mudah..
saya cari tulisan blog yang menulis dengan betul.
Betul dengan susunan ayat, perkataan dan nilai cerita dalam blog.
Saya belajar dari beberapa blog setiap hari.
Mungkin penulis blog itu merasa pelik jika mereka perhatikan stat dan ip saya yang selalu menziarah blog mereka.
Itulah cara saya.
Pada saya orang kaya bahasa, fasih dan lancar dalam beberapa berbahasa, orang begitulah yang saya hormati.
Bukan kekayaannya, bukan pangkat Tuan Terhormat, Datin dan berbagai.
Saya amat tertarik dengan orang yang pandai berbahasa, tak kiralah bahasa itu.
Saya tidak berani membuat nilaian dan tafsiran pada keadaan bahasa melayu yang bertukar-tukar di Malaysia sekarang.
Itu satu topik yang amat sensitif.
Saya tidak mau blog ini menjadi tempat kontroversi. Sebenarnya jika ada topik kontroversi, mesti stat pembaca naik, tapi itu bukan niat saya menulis blog. Bukan niat saya mencapai sehari 500 atau 1000 pembaca.
Saya mau tidur dengan lena setiap malam, saya maukan aman batin, saya tidak mau berbalah dengan orang dalam blog sebab mungkin apabila berjumpa dan bersemuka, mereka itu orang bersopan santun.
Tidakkah terasa membazir jika kenangan pembalahan itu menghalang persahabatan di luar alam siber?
Saya sangat bangga dengan kemajuan yang telah dicapai dalam memperbaiki diri menaikkan taraf bahasa melayu, walaupun langkah itu hanya satu atau dua anak tangga tapi itu satu kemajuaan bagi saya.
Saya harap orang melayu berusahalah apa cara sekali pun memajukan bahasa sendiri.
Tuesday, January 29, 2008
Kekalkan bahasa
**********************************************
Lihatlah cara orang Jepun mengekalkan standard bahasa mereka.
-Foreigners must attain a certain level of proficiency in Japanese required to work in Japan.
-Year 2006, 46 countries and 440,000 people took the test for Japanese proficiency.
-Japanese proficiency as one condition for foreigners applying for residency visa.
Orang yang tidak berbahasa Jepun sememangnya tidak dapat hidup dengan sempurna di negara ini.
Begitu kuat mereka menjaga dan begitu bangga mereka dengan bahasa ibunda negara.
SKILLED FOREIGN WORKERS TARGETED
Japanese fluency could ease visa conditions
Kyodo News
Conditions for resident visa status of skilled foreign workers such as engineers may be relaxed if they attain a certain level of proficiency in Japanese, government sources said Monday.
The measures, including shortening the required number of years of work experience required, are being considered both to increase the variety of foreign workers being accepted in Japan and to encourage more foreigners to study Japanese, the sources said.
The relaxed conditions would be applicable to foreigners who want to enter Japan for specialist or technical jobs, they said.
Resident visa status for foreigners staying and working in Japan for a long time is classified under the immigration law by type of job — with exceptions such as spouses or descendants of Japanese nationals, who are not restricted in working in Japan.
Engineers, for example, are permitted to enter Japan to work in technical fields if they have graduated from a university in that subject or have work experience of at least 10 years.
The Foreign Ministry and Justice Ministry are considering shortening the number of years of work experience required to about five from 10, according to the sources.
They are also considering using the annual Japanese Language Proficiency Test to gauge applicants' Japanese ability, the sources said.
In fiscal 2006, about 440,000 people in Japan and 46 countries and territories took the test offered by Japan Education Exchanges and Services, which estimates that 2.98 million people study Japanese abroad.
There is concern that relaxing conditions could lead to a decrease in the quality of workers, but if they have proficiency in Japanese they would be able to learn the relevant skills in Japan, the sources said.
Japan decided in 1999 to begin actively accepting skilled foreign workers while keeping its restrictions on unskilled workers.
On Jan. 15, Foreign Minister Masahiko Komura unveiled a plan to consider Japanese proficiency one of the conditions for foreigners to stay in Japan.
Tuesday, January 22, 2008
Kurung
**********************************************
kututup rapi
mengurung diri
dalam gelap sepi
membalut irisan perit
pisau yang baru lepas diasah-
tajam.
Rehatlah kamu dalam
helaian daun itu
jangka dua atau tiga
sinaran pagi
menanti tikaman
hentikan irisan...
Lalu
helaian daun-daun itu
diselak terbuka...
melihat
...ikan bawal mencacak di kepala
...angin semilir segan-segan menjenguk lalu
...membisik pada ikan yang bersembunyi
...katakan pada awan lalu itu...
...huruf yang amat azaib ini...
...Layaaaaaannnnnnn....
Thursday, January 17, 2008
Kinpira Gobo
**********************************************
Inilah resipi yang Cik Sri Diah tunggu sejak berminggu-minggu, sabar betul dia menunggu. Bukannya apa, saya boleh ciplak dari resipi orang lain tapi itu perbuatan yang tidak membanggakan.
Oleh sebab saya ingin merasa bangga diri, resipi ini saya sendiri yang menyediakan bahannya, sukat, masak, hidang, ambil gambar dan makan anak beranak.
Saya ini jenis ibu yang tak lama lagi jadi mayat, sukat-sukat makanan dan ukur-ukur bahan memanglah teramat cerewet pada saya. Biasanya saya campak sana, tuang sini dan merasa ikut perasaan pada hari itu.
Kalau perasaan saya gumbira pada hari itu, apa-apa yang tawar pun lidah saya rasa enak. Sebaliknya kalau perasaan waktu masak itu macam ingin punahkan pc ini, kira baiklah jangan makan di rumah saya. Bahaya woh!
Sekarang dah tau kan, kenapa banyak Chef yang berkerja penuh masa biasanya orang lelaki.
Baiklah, ini resipi khas untuk Cik Puan Sri Diah kita. Saya masukkan resipi ini sebab ini pemintaannya. Kalau saya buat-buat lupa, esok-esok sampai tanah Melayu dia pun buat-buat sembunyi dalam opis glemernya di KarangKraf itu.
(hish, buruk sangka pula saya, sorilah sri...sri baik, sayang sri).
Kinpira gobo atau Stir-fry burdock.
Maaf, saya tak tau nama gobo/burdock dalam bahasa Melayu.

Ini bahan-bahannya. Yang penting, saya masukkan cili api 5 biji...pedas yang amat...kalau dah orang noghori, darah tak lari dari cili padi punya!
500 gm (pkt gobo/lobak merah-frozen)
5 biji cili api (iris-iris)
3 sb minyak bijan
3 sb kicap cair
1 sk perasa ikan
2 sb bijan hitam
2 sb gula
2 sk garam atau sekucup rasa

Cara:
Panaskan minyak bijan.
Campak gobo/lobak merah, cili api, perasa ikan, kicap.
Goreng sampai empuk.
Masukkan bijan hitam dan rasakan gula/garam.
Makan dengan nasi putih.

Tuesday, January 15, 2008
Zakar kambing
**********************************************
Semalam selepas sessi haiku, saya balik rumah dengan perasaan sungguh murung.
Kecewa dengan diri sendiri. Malu pun ada. Rasanya ingin saja berhenti dari kumpulan haiku ini dan masuk jadi ahli di kumpulan lain.
Kumpulan haiku semalam bernama Teruru Gendai Haiku lebih banyak ahli lelaki dari kumpulan lain. Saya pula lebih senang dengan kumpulan yang banyak ahli puan. Tapi sejak tahun baru ini banyak lelaki masuk kumpulan Teruru.
Sebenarnya haiku yang diilhamkan orang lelaki kadang-kadang saya rasa ganjil dan jenis seksual. Lebih pada erotisma.
Mereka berani mengeluarkan haiku jenis begini. Tidak sedikit pun rasa malu atau segan, kot rasa takut orang lain akan fikir mereka jenis gila seks atau kot rasa takut ahli lain akan pandang mereka serong.
Haiku karangan saya pula belum sampai tahap yang menceritakan erotisma atau jenis bertemakan seks. Perkataan yang mereka gunakan dalam haiku juga bukan yang selalu digunakan dalam bahasa harian. Itu yang menyebabkan saya selalu salah dalam mentafsirkan haiku-haiku karangan orang lelaki miang-miang dalam kumpulan Teruru.
Saya ambil contoh ini, harap jangan ketawa sebab saya sangatlah serious. Sudah cukuplah saya diketawakan oleh mereka yang miang-miang semalam sampai menjadi murung tahap kaca jatuh berderai.
atau
Buah papaya bak buah zakar kambing pabila masak.
Saya memberi undi pada haiku ini. Sesiapa yang memberi undi pada haiku orang lain, harus membuat ulasan haiku itu dalam sessi.
Waktu saya memberi ulasan haiku ini, banyak ahli lain ketawa terbahak-bahak. Benci woh, rasa nak lari masuk ke perut ibu semula.
Sebelum memberi undi pada haiku ini, saya pastikan perkataan fuguri.
Fuguri sesuatu yang bulky atau swollen, berat dan bergantung. Kamus tidak nyatakan itu buah dada atau buah zakar.
Jadi saya fikirkan buah dada. Jauh sekali untuk saya memikirkan yang fuguri itu boleh mengambil metafora buah zakar dalam haiku ini.
Ok, saya jadi bahan tetawa dek ahli-ahli miang semalam.
Saya masih lagi rasa kureng hari ini, rasa hilang semangat membuat haiku. Saya fikir, saya harus "if you can't beat them, join them" mencari teknik metafora erotisma juga untuk menaikkan taraf haiku.
Yang saya rasa pelik, tema haiku yang memetaforakan erotisma selalunya dapat undi yang banyak, macam jadi trend pula.
Tanya sama itu kambing jantan..
Thursday, January 10, 2008
Room for thoughts
**********************************************
There is the tatami flooring, 3 people sharing, a TV set, little cubicle toilet, a wash basin.
Not bad don't you think?
Considering you pay nothing for it. Not even an hourly charge or a mininal rent.
It's free, with good food provided 3 times daily and best of all, you need to be qualified real bad to be in this room.







