Monday, June 03, 2013

島人ぬ宝


Boku ga umareta kono shima no sora o  (Looking up at the sky of the Islands here where I was born)
Boku wa dore kurai shite iru n darou  (and I wonder how much I know about the sky)
Kagayaku hoshi mo nagareru kumo mo  (shining stars and billowing clouds)
Namae o hikaretemo wakaranai  (I have no idea what they are called…)
Demo dare yori dare yori mo shitte iru  (Still, I know more than anybody else)
Kanashii toki mo ureshii toki mo  (in sadness and in happiness)
Nando mo miagete ita kono sora o  (the sky I’ve looked up upon so many times)
Kyoukashou ni kaite aru koto dake ja wakaranai  (There is no way to comprehend by just reading textbooks)
Taisetsu na mono ga kitto koko ni aru hazu sa  (There must be something invaluable here)
Sore ga shimanchu nu takara  (That is the Treasure of the Island People)
Boku ga umareta kono shima no umi o  (Looking below at the oceans of the islands here where I was born)
Boku wa dore kurai shitte iru n darou  (and I wonder how much I know about the ocean)
Yogereteku sango mo hette yuku sakana mo  (the dirty coral and the disappearing fish populations)
Doushitara ii noka wakaranai  (I have no idea what to do about that)
Demo dare yori dare yori mo shitte iru  (Still, I know more than anyone)
Suna ni mamirete nami ni yurarete  (covered in sand and rocked by waves)
Sukoshi zutsukawatte yuku kono umi o  (the ocean that is slowly changing)
Terebi de wa utsusenai rajio demo nagasenai  (It cannot be shown on television or heard on the radio)
Taisetsu na mono ga kitto koko ni aru hazu sa  (There must be something invaluable here)
Sore ga shimanchu nu takara  (That is the Treasure of the Island People)
Boku ga umareta kono shima no uta o  (The music of the Islands here where I was born)
Boku wa dore kurai shitte iru n darou  (How much do I know them?)
Tubarama mo densaa bushi mo  (Tubarama and densaa bushi)
Kotoba no imi sae wakaranai  (I have no idea even what the words mean)
Demo dare yori dare yori mo shitte iru  (Still, I know more than anyone)
Iwai no yoru mo matsuri no asa mo  (the night of celebrations and the morning of festivals)
Doko kara ga kikoete kuru kono uta o  (the songs that can be heard everywhere)
Itsu no hi ka kono shima o hanareteku sono hi made  (until that day – someday – when I must leave the Islands)
Taisetsu na mono motto fukaku shite itai  (I want to really know and understand deeply the important things)
Sore ga shimanchu nu takara  (these are the Treasures of the Island People)

Friday, May 31, 2013

木笠

 source:urawa328

Ini salah satu batu puisi dalam laluan Basho ketika dia mengembara bersama pergikutnya, Tokoku (Mac 1688).

Haiku ini berbunyi:

吉野にて桜見せうぞ檜木笠 
Yoshino nite sakura mishoo zo hinoki-gasa

Tiba Yoshino
mari tengok sakura
topi kulit pine
@terjemahan Leyla Shuri.


source: haikutopics

contoh [木笠 ] topi kulit pine (tajuk di atas) yang digunakan orang Jepun dari hujan dan panas waktu mengembara.

*****

Monday, May 27, 2013

Instant house


 When I was away for two months at the end of last year, they was a single room hut by the wall. Then, upon returning, there was just the skinny frame from that single room hut. The owner of that single room hut, is an unmarried man and he made a house from a container material.You can see the container-house on the left side of the image. In that two months that I was not at home, a new resident stand in front of my house.


 End of April, 2013, there was a ground-breaking ceremony done in the Buddhist way one early morning. Then, the building company went around the housing compound to apologize for the noise of building a new house for the next couple of months. To take the neighbors heart, each of us are given some kind of a token of gifts for bearing with the uncomfort of the noise of building.
Even though the rain season sets in Okinawa, the building went on boring the ground and start with the foundation work. After the cement is laid and hardened, the workers did not stop working in the rain. Two days ago, the house frame was set up.

By the next day, the house roof was rounded up and the basic outline of the house is established.
The building company told us (as neighbours) to bear the building process for two months but I see from the way these Japanese builders are going, I am not surprise if this house will be ready to live by two weeks time.
Very soon, I will have a new neighbour-family.

*****

Wednesday, May 22, 2013

Batu Peringatan

Bila berkelana ke Jepun dan terlihat batu-batu catatan begini bertulis dalam huruf kita tidak faham, jangan sangka ia tempat perkuburan atau batu catatan mantera agama budis.

Sebenarnya kebanyakan batu berdiri begini menulis nasihat atau sajak atau haiku orang-orang terkenal. Mungkin batu itu mengingatkan tempat karya itu diilhamkan atau mungkin penulisnya telah mengembara di lokasi itu atau lokasi itu tempat penulisnya dilahirkan.

Batu ini ditegakkan untuk mengingatkan pada serangkap haiku daripada penulis terkenal Issa Kobayashi diilhamkan.

Ketika Issa melawat sahabatnya Matsuyama di Pulau Shikoku, beliau terlihat sebuah skrol tergantung di rumah itu. Dari situ Issa menulis serangkap haiku, sila lihat di sini.

Pada tahun ini 1795, Issa berumur 33 tahun. Skrol ini dinamakan haikai sanson gasan 俳諧三尊画賛.


*****

Tuesday, May 21, 2013

夕霧の庭

The Garden of Evening Mists.

An ambitious novelist do not just write but write after doing the foot work. Getting the facts and the research for details will take half the time of writing.
Mediocre writers are happy with line like "He sat down and bang on the piano for the rest of the night."
Into further research would an ambitious novelist go like getting the brand for the piano, how the piano came into the pianist life, etc.
Reading The Garden of Evening Mists (when translated into Japanese 夕霧の庭 or Yuugiri no Niwa) by the Booker Prize winner Tan Twan Eng, I am not surprised at all for his winning this prize.

I picked from this book, "She listens to it every night, before she sleeps. Built up an extensive record collection of the same piece of music too, with different pianists-Gulda, Argerich, Zimerman, Ashkenazy, Pollini. The music drifts through the house, a whisper from an older time. The piano is accompanied only by the quartet and the music has the bleak purity of a set of stones lying on the bed of a stream, a stream that dried up a long time ago."

The writer's style when he listed all the different pianists, make readers more knowledgeable and this becomes an added-value to reading a novel.

Knowledge is an improvement on one's life. Reading a book of knowledge goes so far even long after the book is closed.

*****



Thursday, May 16, 2013

Jaras Cinta Rumi


Untain puisi-puisi Rumi yang diterjemahkan dalam buku ini dikutip dari buku "The Mathnawi of Jalalu'ddin Rumi".
Petikan sejumlah 241 Untai Masnawi ini dibahagikan mengikut bab atau disebut Jaras. Dalam setiap jaras itu terdapat subtopik tertentu contoh Mafhum Kuliah Rumi, Jejak Apresiasi, Refleksi dan Bisik Kalbu.

Dalam Mafhum Kuliah Rumi dipaparkan renungan Rumi dalam bentuk prosa terhadap persoalan manusia mencari Tuhan.

Dalam Jejak Apresiasi dicatatkan secara ringkas perjalan hidup Jalaluddin Rumi. Ini meliputi riwayat hidup Rumi sejak awal kelahiran hingga beliau meninggal dunia. Dalam bahagian ini dimuatkan pandangan para ahli akademik dan penterjemah dari timur dan barat.

Pada tajuk Refleksi penulis menyelitkan pandangan dan tanggapan beliau tentang pelbagai persoalan hidup masa kini, bertolak daripada sebahagian persoalan yang ditimbulkan oleh Rumi dalam puisi-puisi beliau.

Pada subtopik Bisik Kalbu, penulisnya menghidangkan puisi dalam bentuk haiku. Kebanyakan haiku ini bertemakan persoalan yang melatari masyarakat dalam bingkai tasawwur Islam. Sebanyak 60 untai haiku memaparkan sudut-sudut bernafaskan Islam.  Haiku dalam Bisik Kalbu mampu membantu menzahirkan suara batin penulis bagi melengkapkan pengucapan dalam Refleksi.

Gabungan haiku dalam bentuk prosa berunsur Islam ini unik dan belum pernah dilakukan lagi. Penulis ingin menunjuk kelainan dalam penulisan prosa dan bukan hanya memetik dan menyalin dari buku-buku rujukan lain.
Bermula dengan untai Rumi dan berakhir dengan haiku dalam Bisik Kalbu, bagi peminat haiku, buku ini meluaskan horizon pemikiran pembaca kursusnya dalam bidang puisi yang berunsur alam dan Islam.

Petikan dalam Ungkapan Hati: "Saya mengambil kesempatan untuk menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Puan Hajah Halela binti Abdul Razak (nama pena 
Leyla Shuri)...atas bimbingan dan memberi tunjuk ajar...dalam menyiapkan 60 untai haiku yang termuat dalam buku ini. Hanya Allah yang dapat membalas jasa bakti beliau." (amin).

Petikan dalam Jaras 7: Cinta kerana kecantikan.
Cinta yang semata-mata kerana warna (kecantikan luaran) bukanlah cinta: akhirnya ia merupakan keaiban. (B1:205)
Musuh burung merak adalah bulunya sendiri: betapa ramai raja menjadi korban keagungannya sendiri. (B1:208)

Haiku dalam jaras ini: 
Awal Zulhijjah
Makkah bertambah putih
langit ke lantai.

Petikan (halaman 51): Dalam hidup sehari-hari, setiap kejadian dapat dijadikan iktibar. Yang baik dijadikan teladan, yang jahat dijadikan sempadan. Ada ilmu tersirat dalam setiap peristiwa. Ada suara berdengung daripada rahangnya. Gunung berapi memuntahkan lahar yang panas. Manusia mendapat banyak ilmu dan hikmah daripadannya.
Belajarlah bahasa alam untuk memahami fitrah alam.
Tanah tinggi bisa runtuh setelah sekian laam bertahan diterjah hujan dan panas, apa lagi apabila dagingnya ditarah secara melulu. Tanah tinggi bertutur dengan caranya sendiri. Fahami bahasanya untuk memahami fitrah alam. Hormati anurgerah Ilahi dan layani alam dengan makruf.

Buku ini terbitan PELIMA MEDIA SDN BHD (www.pelima.com.my/media).

*****

Wednesday, April 24, 2013

3 Kuntum Hujan

3 KUNTUM HUJAN diterbitkan oleh ITBM pada Mac 2013.

Buku dalam genre cerita pendek ini mengandungi antologi sebanyak 23 cerita pendek yang disisipkan dengan 23 buah tanka atau puisi Jepun.

Pada sisipan sayap depan buku ini tercatat serangkap tanka yang berbunyi.

Hujan menjirus
bumi kuyup seluruh
bermandi fitrah
syukur basahi kalbu
cambah ribuan hikmah. 

Pada kulit belakang buku ini kita dikenalkan dengan salah sebuah cerita pendek yang membawa tema "kuntum hujan".

"Semua jari menuding kepada "HUJAN". Kemudian semua pihak sedap-sedapan dengan menghirup kopi masing-masing. Kami temui bunyi yang kami cari. Bunyi inilah yang kami takuti selama ini. Dahukukala, kami sudah hantarkan beberapa pucuk surat kepada pihak berwajib agar lereng bukit itu jangan diusik, kerana kata kami, bukit itu ada nyawa. Banyak pihak mentertawakan kami, kerana mereka anggap kami ini percaya perkara khurafat. Mereka tidak faham apa yang kami maksudkan sebagai "nyawa" dalam surat-surat kami itu. Bukit bertutur dengan bahasanya.
Sekuntum hujan kembang di lereng bukit. 

Kandungan:
Lelaki dan Sepohon Pohon
Keranda
Pensajak dan Iklah
Muraqabah Malam Jumaat
Rama-rama dan Segenggam Huruf
Pohon yang Berakar di Langit
Perjalanan
Fata-Morgana dan Fa-ta-mor-ga-na
Lelaki yang Separuh Lupa
Seuncang Telur
Pundi-pundi Buih
Bila Pohon Berbicara
Lelaki yang Datang Bersama Ribut
Surat Jennyfer Greyblood
3 Kuntum Hujan
Bumi Mencari Langit
Kura-kura Bermain Pedang
Lelaki yang Memanah Langit
Menjelang Sidang Akhbar
Kewek dan Secangkir Kabut
Bukan Aku Penunggu Godot
Surat kepada William Faulkner
Dua Orang Pendayung

Sedikit catatan pada akhir PRAKATA:
Penghargaan dan terima kasih yang tidak terhingga kepada Institut Terjemahan & Buku Malaysia kerana sedia menerbitkan kumpulan cerita pendek ini. 
Turut dihargai ialah jasa Puan Leyla Shuri, penulis yang menetap di Okinawa, Jepun yang telah menitipkan ilmu mengarang tanka yang dijadikan sisipan di hujung setiap cerita pendek@Darma Mohammad.

Selamat Membaca.

***** 



Saturday, April 13, 2013

沖展 (Seni visual Okiten)

 Every year Okiten holds a massive art show that exhibits art in various forms be it painting in oil, water with photography and the latest in visual displays. One of my sisters-in-law won first prize in calligraphy this year. Unfortunately, cameras are not allowed in the halls, so all these images I nibbed from Okinawa Times that organized and sponsor this event yearly.

 This is the art of glass-making. Blown up glasses are crafted into art deco, table wares, fashion accessories and such. Originally, glass blowing started in Okinawa from the beer bottles that American Yankees discarded. Due to the lack of materials to make household utensils, the local Okinawan collected those beer bottles and recycled them. This custom still remind now and has flourished as a thriving cottage industry amongst the locals.

This kimono is typical local design. The weaving industry has started way back in history. The local produced their own clothes and the weaving design is mostly basket-weave (tenun reraga). Mostly the locals use cotton for the kimono.

This year there is a big crab sculptured from wood. That's the artist with the big saw. But the crab looks real to me. The artist did a good job with the fine details in that giant crab.

This event is held every year around early April. Some of the art paintings are beyond words in its fine work and details of making.

*****

Monday, April 01, 2013

Mana buku?


Pada tarikh 16 Mac 2013, buku ini, dalam genre puisi, 'UFUK FIKIR', disentuh oleh penulisnya En. Darma Mohammad dalam undangan Bicara Karya yang dianjuranka oleh DBP Wilayah Timur.


Laporan ini terbit dalam akbar Mingguan Malaysia yang bertarikh Ahad, 31.3.13 disertai dengan catatan Puan Rozais Al-Anamy yang membuat laporan proses kreatif penulisnya terhadap antologi puisi dalam 'UFUK FIKIR'.
Beliau memetik ungkapan Darma Mohammad yang berbunyi :
"Unsur alam mudah dipetik kerana boleh didapati secara percuma. Unsur-unsur ini mungkin tidak pernah disapa oleh orang lain, ia hadir dan hilang dan hadir lagi tanpa dipedulikan oleh mereka yang lalai."
"Bertolak daripada alam akal dilayarkan. Daripada setimbun unsur yang berpencar-pencar itu, dipetik dan diselak selimutnya dan diungkai urat nadinya. Lalu nampaklah betapa unsur-unsur alam itu cukup menghidupkan akal yang mati."
"Darma pula mendedahkan kebanyakan puisi dalam antologi 'Ufuk Fikir' adalah hasil penaakulan alam semesta..."

Pembicaraan buku ini diadakan di Kelantan, ia itu di cawangan DBP Wilayah Timur, penulis yang melaporkan dari Kelantan, penulis buku dari Kelantan cuma bila saya tanyakan buku ini, penulisnya tidak mampu mendapatkan buku ini di mana-mana toko buku di Kelantan!

*****


Wednesday, February 20, 2013

Koleksi Puisi BSVN


Buku "Koleksi Puisi" ini menghimpunkan 55 buah puisi yang disumbang oleh 55 orang penggiat seni untuk mempuisikan 55 koleksi tetap BSVN (Balai Seni Visual Negara). Angka 55 buah puisi dipilih adalah berdasarkan kepada sambutan ulang tahun Kemerdekaan yang ke-55 pada tahun 2012.

Saya petik dari kata Pengenalan dalam buku ini, "Seni puisi adalah mediam untuk menceritakan sesuatu, begitu juga halnya dengan seni lukis yakni menyampaikan cerita tetapi dalam bentuk tanpa-kata. Seni lukisan/visual lebih kepada luahan gerak hati (intuitif), manakala seni penulisan puisi pula bergantung kepada gerak kata (komunikatif). Gelombang yang disampaikan pengkarya (pelukis juga penulis) terpecah kepada dua, yakni "APA YANG DIKATA"  dan "APA YANG DIMAKSUD."

Saya kagum dengan gabungan dua jambatan, antara dunia seni visual dengan susastera dalam buku koleksi ini yang memberi peluang kepada pelukis untuk "melukis" puisi, manakala penulis diminta untuk "menulis" lukisan.
Buku puisi ini mengumpulkan sejumlah puisi sebagai apresiasi terhadap karya koleksi BSVN yang terdiri daripada barisan penulis mapan dan juga baru, penyair yang matang dan masih tunas muda, para karyawan ini menterjemahkan 55 hasil karya koleksi BSVN ke dalam keindahan ritma irama puisi mengikut ilham dan naluri sendiri. Himpunan puisi daripada penulis yang rencam kerjaya, contohnya hasil karya daripada pengkritik seni, wartawan, cerpenis, novelis, penulis lirik, penyanyi, penggiat teater, pelakon, pengarah filem dan lain-lain dirasakan dapat memberi "keunikan" dan "kesegaran" yang tersendiri dalam buku ini.


Puisi saya dalam teknik tanka pada lukisan yang bertajuk "Di Lain Chakrawala" oleh I Necrasov menceritakan Bintang Tanabata. Puisi ini sebuah cerita rakyat Jepun yang meriwayatkan dua bintang yang berkasih-kasihan. Bintang pria menantikan puteri bintang di kayangan. Kedua-dua bintang ini hanya dapat bertemu setahun sekali dan harinya jatuh pada 7 Julai pada setiap tahun. Namun begitu pada malam yang dijanjikan itu hujan mengabuskan cakarawala. Kedua-dua bintang kekasih ini terpaksa akur dengan takdir pada malam yang dinanti-nantikan itu. 

Salah satu  puisi yang terkesan bagi saya karya Abdullah Jones (tidak kenal) "Cita-cita bodoh seekor lembu."
Alangkah baiknya jika
aku dilahirkan sebagai
seekor katak
bebas melompat
bebas memekak
nampak kuat
nampa hebat
biar hadirku jadi impak
walau baktiku cuma kerak.

"Antara dua hidangan" karya Rahimidin Zahari (kenal) berunsur satira kehidupan antara dua darjat.

Yang paling berdesing dalam sindirannya ialah karya Saharil Hasrin Sanin (tidak kenal) yang bertajuk Robot. Puisi ini pendek, padat, tidak berbunga-bunga tapi berjaya menyampaikan maksud yang ingin diketengahkan.

i ni robot
tidak reti
berpuisi
lidah abdi
masam besi
takal tali

i ni robot
you ketuk jari
papan kekunci
campur bahagi
tolak kali
semua jadi
very easy

ini sains
matematik
i ni robot
automatik
turut tutur
saring sifri
input output
i mahir

i ni robot
i ni benda
i anut
pegaturcara
you pula
alasan apa
ikut kata
buang bahasa

Tidak lupa saya menyentuh karya Darma Mohammad yang bertajuk Sungai Pergau yang menceritakan "tasbih air (nya) membangun darah dan daging leluhur" orang Kelantan.

Saya tak tahu samada buku ini dijual dan kalau dijual, tempat untuk mendapatkannya.
Maaf saya di Okinawa :-)

*****

Saturday, February 09, 2013

Hitachi tree



Konoki nannoki kininaru ki / namae moshiranai ki desukara /namae moshiranai kini naru deshou /

[I like this tree, what tree is this/ I don't even know its name/ even without a name, will it grow big?]

Konoki nannoki kininaru ki / mitakotomonai ki desukara / mitakotomonai hanaga saku deshou/

[I like this tree, what tree is this/ I haven't see this tree yet/ this tree I haven't see before, will it flower?]

Konoki nannoki kininaru ki / minna ga atsumaru ki desukara / minna ga atsumaru mi ga naru deshou

[I like this tress, what tree is this/ everybody gathers around this tree/ this tree that everybody gathers, does it fruit?]

*****

Thursday, January 31, 2013

詩仙と自然はよい詩選になる。

Shisen to shizen wa yoi shisen ni naru (pada tajuk).
Ini ayat saya ilham sendiri. Ayat ini banyak persamaan aligrasi (atau mainan bunyi).
Ayat ini bermaksud:
PUISI DAN ALAM MENJADIKAN SEORANG PEMUISI CEMERLANG.

Menyedari alam ini hidup, alam ini bergerak, alam ini mempunyai peribadi sendiri, alam ini bernyawa ialah asas bagi seorang pemuisi menjadikan bahan dalam karyanya.
Bacalah Williams Wordsworth dengan puisi daffodil atau Blake dengan sajak Tiger.
Sajak-sajak sasterawan ini masih hidup sampai sekarang sebab penulisnya membaca alam dan menghidupkan alam dalam puisi-puisi itu.

Ini patung Basho. Di Jepun, patung Basho didirikan pada laluan pengembaraan yang dilaluinya untuk mengingati orang ramai haiku-haiku yang diilhamkan di tempat itu. Cara ini sebagai menghormati karya sasterawan ini dan menghidupkan karyanya.


Dari peringkat sekolah rendah, kanak-kanak diajar menulis puisi dan untuk bermula meneroka ilmu ini, mereka dilatih melihat alam dan persekitaran.


Sajak dan haiku yang dihasilkan dipamerkan di pinggir jalan untuk ditonton orang ramai dan untuk menggalakkan lagi minat kanak-kanak dalam sastera.


Ini contoh-contoh karya dari kanak-kanak sekolah rendah yang dipamerkan di sekeliling sekolah dan pada pinggir jalanan.





Alangkah menjadi kebanggaan kepada kanak-kanak ini mendapat penghargaan dari orang ramai apabila karya mereka dipilih menghiasi jalan raya.

Ini sebahagian dari contoh bagaimana sekolah-sekolah menggalak perkembangan sastera di Jepun.

*****

Thursday, January 24, 2013

サーラム マウーリーヅール ラースル


Hari ini 12 rabiu-awal dan hari kelahiran nabi rasullulah.

Nabi rasulullah kita dilahirkan pada awal tahun, masa bumi sedang dihangatkan semula dari kedinginan, waktu kegelapan dalam suasana sejuk di kutub utara perlahan-lahan menjadi terang semula. Bukan kah ini kalau dimuhasabahkan ada maksud disebalik kelahiran nabi rasulullah bahawa gelap menjadi terang, muram menjadi cerah dan memerhatikan sakura yang berguguran di atas cermin kereta saya (dalam gambar ini), kelahiran baginda juga membawa kecantikan kepada alam ini.

Mari kita perbanyakkan selawat ke atas junjungan besar Rasulullah s.a.w. (setiap hari).

*****

Thursday, January 03, 2013

Tengahnya dahan Pain (Pine).


Catatan pertama untuk tahun 2013 ini, saya keluarkan hiasan bunga perayaan tahun baharu yang saya gubah sendiri untuk rumah bapa mentua. Saya memang tak masuk campur dalam perayaan mereka, dan sebelumnya hiasan bunga ini saya tak ambil kisah pun. Entah kenapa sejak tahun lepas, kakak ipar yang selalu membuat gubahan ini kata dia tak buat lagi. Tahun lepas katanya dia pergi luar negara melancong jadinya dia serahkan kepada saya tanggung-jawap ini. Tapi tahun ini katanya dia tak buat lagi gubahan bunga hiasan.

Bunga hiasan tahun baharu dijual dalam set. Kalau dalam set, harganya lebih murah dari kalau beli berasing-asing. Saya yang tidak tahu bahan-bahan untuk hiasan perayaan, membeli yang dalam set sahaja.

Berasakan ilmu ikebana yang saya pelajari satu masa dahulu, dapatlah saya gubah mengikut aturan yang saya pelajari. Tapi pada hari perayaan, setiap bunga dalam set yang dijual ada maksud masing-masing. Contoh maksud pada bunga-bunga itu seperti daun pain perlu disusun di tengah pasu sebab ia paksi dalam kehidupan. Ada bunga yang membawa kebahagiaan, ada bunga yang membawa kekayaan, dan selanjutnya. Saya tidak perlu ambil tahu lambang pada bunga-bunga ini, ia menjatuhkan akidah orang Islam.

Jadi saya susun mengikut suara hati, mengambil kira aturan warna, aturan panjang pendek dahan, kehijauan daun dan hasilnya dalam gambar itu. Walaupun tidak memuaskan saya tapi saya rasa agak memadai memandangkan kesingkatan ilmu gubahan yang ada pada saya.

"Gubahan kamu ikut cara orang Malaysia!" kata ipar itu.

Kalau sudah tidak mahu lakukan, janganlah bersuara sebab bila sudah menolak, hak mengkritik tidak ada lagi. Sekurang-kurangnya kemukakan sahaja satu ucapan terima kasih.

*****

Sunday, December 23, 2012

Nothing coincides...

 I was reading this book today which is 23.12.2012, "Let it shine" by Josephine Cox.
Then as I come to page 39, it says, "came around to Christmas. I can't believe it's the day after tomorrow..."
I put the book down and thought this date is the same as the day I am reading the book.
What a good coincident, I was thinking. But then again, nothing is coincident. Everything is planned.
Every bit of movement in our life is planned.
I feel sort of happy knowing the date is the same in my real life. It's not always this sort of thing happen in one's life.


We got this sofa set 15 years ago. These two armchairs are still in good shape though the long sofa is torned due to wear and tear. Since past couple of years, I've persuaded man of the house to get a new set but he can't part with it.
Then, when told that my son's has got some friends who open some kind of a bakery and needing some furniture, man of the house at last agreed to let go.
I took this chance to select some nice set and good thing too, it's the end of the year and season of big discounts everywhere.
Another thing that make me happy is now I'm sitting on the new set (a caramel-dull orangey shade).
After sleeping on the new set half the night, I asked man of the house, "How was the first night with the new one?"
He just said, "Same to me!"
Insensitive or what!

*****





Thursday, December 20, 2012

Ais krim roti 20.12.2012

Hari ini 20.12.2012
Cantiknya susunan nombor tarikh ini. Jangan sangka saya ada ilmu apa-apa dengan nombor, itu adalah perkara syirik. Kita dilarang mengharapkan nombor atau benda-benda buatan Allah boleh memberi nasib baik atau rezeki. Cumanya saya suka saja nombor tarikh hari ini, sama seperti saya suka merenung bunga-bunga, anak-anak kecil, bulan penuh mengambang dan digalakkan masa merenung itu kita wirid. Wirid menyebut nama Allah, mengenal kebesaran-Nya dalam wirid-wirid itu.


Orang-orang yang lahir pada tahun 40'an, 50'an dan 60'an, mesti akan terkenang bila melihat gambar ini.
Itu seorang apek (ada yang muda juga) menjual ais krim roti. Roti itu diselitkan air krim. Ini satu-satunya kegemaran saya masa kecil. Bila terdengar bunyi kling-kling, saya berlari masuk, minta emak duit lima sen. Tapi penjual begini kita tak jumpa lagi. Saya pula memikirkan manisnya ais krim itu dan lain-lain dalam makanan itu, sudah tak berani lagi makan ais krim roti.

Tapi pada percutian saya bulan lepas, saya terjumpa seorang apek tua yang menjual roti ini di kawasan pasar mega NTUC, Bedok.

Saya sedang lapar selepas balik dari pejabat pos tengah hari bersama pembantu yang bertugas di rumah adik saya. Sebab ais krim roti kesukaan saya dan saya sedang lapar tapi tak mahu masuk kedai-kedai makan dan bergasak-gasak memilih tempat duduk masa orang makan tengah hari, jadi saya minta apek itu beri 2 potong roti ais krim. Apek ambil duit dan saya ternampak kuku apek hitam. Sebelum itu saya lihat apek baru pegang kain kotor, lap sana sini, lepas itu dia ambil roti dan guna jari selitkan air krim dalam roti. 
Maid berbisik "Mak Long, apek itu kotorlah". Tapi saya lapar, makan saja huhuhu.

Sumber foto dari en. Mohammad Ramli Mohammad Saad (Kumpulan Facebook Geylang Serai dalam kenangan- 20.12.2012)

******

Saturday, December 15, 2012

Salam Safar 1.2.34



Hari ini kita sudah masuk bulan Safar 1.2.34

Teringat masa saya kecil orang tua-tua ada sebut Mandi Safar. Kononnya pada bulan Safar, ramai-ramai ke laut dan mandi buat buang celaka, cuci nasib tak untung dalam air laut.
Alhamdulillah saya dilahirkan pada zaman yang bukan jahiliah begitu.

Bercakap hal laut. Masa saya pergi Padang, Sumatra Barat balik bercuti bulan Oktober 2012 lepas, kami lalu Kampung Air Manis dan menyelusuri Pelabuhan Teluk Bayu. Bila kami berhenti di Pantai Malin Kundang, drebar kami selaku pembawa pelancong juga sibuk suruh ambil gambar pandangan pantai. Kata drebar itu pantainya cantik. Lalu dengan ghairah saya pun menjenguk pantai yang dikatakan cantik itu.
Terkejutnya saya melihat tahap kecantikan pandai itu. Terus terang saya kata pantai ini berselerak dengan sampah sarap, tin minuman, plastik bungkus makanan, payung patah, kertas kotor dll.
Itu lah tahap kecantikan pantai sana.

Apa agaknya reaksi orang-orang yang terpahat dengan tahap itu datang ke Okinawa dan menyaksikan sendiri pantai Okinawa yang tidak ada satu sampah pun? Yang ada hanya pasir putih berkilat sepanjang pantai, seluas mata memandang dan pesisir ombak jernih bersama ikan-ikan yang riang berenang mengelilingi kaki?

Selamat bulan Safar dan nombor tarikh yang cantik ini 1.2.34

*****



Sunday, December 02, 2012

Ufuk Fikir-Darma Mohammad


Buku ini baru diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia pada November 2012, dihasikan di bawah projek Bengkel Pemantapan Karya Penulis Timur pada 9-11 Ogos 2007 dan diusahakan oleh Dewan Bahasa dna Pustaka Wilayah Timur.
UFUK FIKIR:


 
* dari blurb belakang buku*

Setelah melepasi pintu itu
pakaian pun tanggal
Masing-masing berada di mahkamah
tanpa peguam
Nota panjang akan dibaca
di depan Hakim Maha Adil

Demikian mudahnya ungkapan Darma Mohammad, numum isinya cukup menggigit. Sorotilah ungkapan-ungkapan lain penulis ini yang penuh falsafah meneruisi UFUK FIKIR.
 
*****

Sunday, November 11, 2012

Canistel from Sabah


I wrote this post (http://halela.blogspot.sg/2003/09/bila-rumah-saya-ini-siap-6-thn-lalu.html) about canistel fruit tree grown in my garden in Sept. 2003.
Today I went to a friend's house. This couple just came back from Sabah. They were excited about a new kind of fruit that they found in Sabah. Out of curiosity, I inquired the name of the fruit and they told me the fruit goes by a simple name "Buah lemak manis."
When she served me the fruit, the smell was so familiar and immediately I knew it was canistel.
Well madam, I have three of this fruit tree growing in my yard at home.


 Now, I know that canistel is also grown in Sabah. The taste is exactly the same as those grown in my garden.

******

Saturday, November 10, 2012

10.11.12

That's a corresponding date. My sister yesterday was saying, "today is 9. After 9 will be 10.11.12."
So, me being the straight rod-brain, questioned her with, "Of course every month there is 10.11.12 and there is nothing wrong with no. 9, that goes with 10.11.12!"
I'm still in Singapore. I found out people in Singapore are more conscious of there surrounding than before. They are more civic-minded. Better still, more are smiling in public now. The public places are not littered anymore. Bus drivers are driving better.
I've compared prices in Singapore with that in Okinawa, not Tokyo. For sure, the cost of living in Singapore is higher that Okinawa. Other than the local food, every thing else is not much cheaper than Okinawa.
I can get a bottle of skin water of 200 ml for just $2, but that same bottle of water, take for example witch hazel can cost like $12. Don't think the quality is below standard in Japan. It is just that prices in Okinawa is more affordable for the local people.
Another example is cars. Just recently (about 2 days), I compared my car which I bought 2 years ago at just $9000. But that same car costs like $45,000 in Singapore.
All in all, a family of 5 can survive with $2000 monthly, what with the abundant vegetable and the Japanese ways of eating small and basic.
But it is quite a struggle with this situation in Singapore.

I bought for my sister's family a weight machine that measure body fat, visceral fat, BMI.
They were shocked to see those figures. Now, I hope those realization will make them improve their eating habit.

I wrote a note today as I need to see that date 10.11.12.
Hopefully I will not forget 12.12.12.

=======


Sunday, September 16, 2012

Buku haiku


Kepada yang inginkan *Pakej A* kedua-dua buku ini (Percikan Pelangi + Antologi Haiku 2006), kami hantar melalui Pos ekpres (harga pos percuma) dengan harga RM30.



*Pakej B* Rm22 untuk buku Percikan Pelangi sahaja. Sila buat tempahan melalui kotak mesej Facebook Sdr Darma Mohammad atau emel ufukfikir@gmail.com


Untuk peminat baru haiku, setelah menelitikan karya2 dalam buku ini, sila berhubung untuk mendapatkan tunjuk-ajar dari saya.


***** 

Rumah kaya, rumah miskin


Sedang saya berjalan-jalan memetik gambar bunga-bunga di sekitar kawasan rumah, saya perasan rumah pangsa dalam gambar ini telah siap dan sudah pun berhuni.
Orang Jepun memanggil rumah-rumah sewa begini sebagai apa-ato atau menarik bunyi dari perkataan apartment.

Banyak bezanya kalau bandingkan apartmen swasta dan apartmen awam. Lazimnya apartmen swasta (yang rendah dalam gambar) dibina atas tanah individu dan bilik-bilik disewakan melalui agen hartanah. Salah dari segi undang-undang jika tuan rumah/individu mengendalikan rumah-rumah sewa sendiri. Segala syarat-syarat keselamatan perlu dituruti dan dilengkapkan untuk rumah sewa.

Rumah pangsa (dalam gambar) itu ialah untuk keluarga miskin. Rumah itu disewakan tetapi bayaran sewanya tidak sama dari satu keluarga dengan keluarga lain.
Sewa apartmen awam ini ditarik 10% dari gaji ahli keluarga yang berkerja. Oleh sebab sewanya yang amat murah, ramai rakyat memohon namun begitu setiap pemohonan dinilai dari gaji bulanan dan kiraan orang dalam keluarga itu mengikut syarat gaji minimum yang telah ditetapkan (orang kaya tidak layak).
Cara ini memberi peluang bagi rakyat yang bergaji rendah mendapatkan rumah kerajaan.

*****

Friday, September 07, 2012

Sukma Basho dalam haiku


Buku ini boleh ditempah online dari kedai buku ITMB atau cara lain ikut pautan ini :  http://www.itnm.com.my/catalogue/buku/sukma_basho_dalam_haiku/

Komen sdr Wan Rafar dalam Facebook :

Saya kira haiku terjemahan Leyla Shuri dan Darma Mohammad lebih baik dan menepati dengan karya asal dalam bahasa Jepun daripada sesetengah terjemahan dalam bahasa Inggeris yang saya baca. Mereka mengekalkan skema sukukata 5-7-5 dan mengandungi kata musim seperti dalam haiku asal. Sebagai perbandingan saya petik haiku 20 dalam SBDH: di genting gunung/ waktu mentari naik/ plum pun mengharum, dan terjemahan Lucien Stryk , mountain path-/ sun rising/ through plum scent. (haiku 27 dalam On Love and Barley).
 
En. WanRafar Ishak, jika ditelitikan, tulisan Lucien stryk itu, ia bukan haiku, ia hanya terjemahan. Ramai penulis ingeris tidak mampu menulis semula haiku2 Basho dalam bahasa sendiri dalam bentuk haiku 5-7-5. Itulah sebabnya kebanyakan haiku Bashomenjadi terjemahan sahaja. Tapi dalam buku 
Sukma Basho dalam Haiku
(http://www.itnm.com.my/catalogue/buku/sukma_basho_dalam_haiku/),
  kami tidak buat terjemahan bebas seperti Lucien Stryk, tapi kami menterjemahkan haiku2 Basho dalam bentuk 5-7-5, langsung mengekalkan skema suku kata itu juga.
 Darma Muhammad: Sdr WanRafar Ishak : 

[1] Terima kasih atas perhatian dan sokongan sdr itu.

[2] Saya sangat bersetuju dengan pandangan Puan Leyla Shuri di atas. Kami tidak membuat terjemahan bebas.


[3] Kami meneliti lebih daripada 1000 haiku karya Basho dan didapati beliau menggunakan 17 suku kata, setiap haiku juga mempunyai kigo. Kami anggap ini satu KETEGASAN beliau dari segi teknik. Bila menterjemahkan haiku beliau, kami tidak mahu meremehkan ketegasan beliau dari segi teknik. Sebab itu kami BERANI menggunakan 'haiku' sebagai judul buku. Tanpa mengekalkan teknik itu (+ kigo), ia sudah menjadi puisi tiga baris.


[4] Kami telah membuktikan bahawa terjemahan haiku Basho (teknik 5-7-5 dan mengandungi kigo) mampu diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu. Dengan itu haiku (mengekalkan teknik asal) boleh ditulis dalam bahasa Melayu. 'Haiku' itu istilah yang khas, jika tanpa teknik itu dan tanpa kigo, katakan sahaja sebagai puisi 3 baris (dan tidak hina menulis puisi tiga baris!).

Wassalam.

Saturday, August 11, 2012

SUKMA BASHO DALAM HAIKU


Setiap yang kita hasilkan ada cerita atau kejadian di sebalik tabirnya. Atau dalam pembikinan filem, ia lebih dikenali dengan kosakata "the making of..."
Saya ingin menarik tirai buku yang baharu diterbitkan oleh ITBM bulan Ogos ini. Tajuk buku itu SUKMA BASHO DALAM HAIKU.

Dalam persidangan haiku yang saya hadiri setiap bulan, saya mendengar dengan iri ahli-ahli lain mengulas haiku dari para penyair terkenal di Jepun. Salah seorang dari penyair terkenal ini ialah Matsuo Basho. Saya mengeluh, kebanyakan orang di Malaysia yang mengenali Basho hanya mengetahui satu sahaja karya beliau. Haiku yang terkenal dalam kalangan orang Melayu ialah haiku seekor katak yang melompat dalam kolam di persekitaran bening alam. Saya terfikir walhal Basho mengilhamkan sejumlah lebih dari 1000 rangkap haiku.

Dari sini sesuatu terdetik dalam hati saya. Saya harus melakukan sesuatu untuk berkongsi ilum ini. Saya mulakan dengan mencari bahan, buku rujukan dan teks Basho. Dalam diam, pada awal tahun 2007, bermulalah proses pentermahan haiku Basho.

Pada 17 Julai 2008, saya bersama empat orang termasuk En. Darma Mohammad dan En. Wan Rafar melangkah ke bangunan ITBM. Dalam mesyuarat bersama Puan Siti Rafiah dan Puan Jurina, saya menyuarakan niat untuk menterjemahkan sejumlah haiku karya dari Basho. Mendapat sokongan dari pengawai-pegawai ITBM, saya mulakan proses jerih dan lama ini.

Sebelum perjumpaan ini saya telah mengkirimkan proposal pada 14.4.2008.
Dua tahun kemudian manuskrip terjemahan akhirnya lengkap dan dikirimkan pada tarikh 7.3.2010
Pun begitu 5 bulan berlalu dan saya tidak mendengar sebarang berita, langsung saya menanyakan perkembangan projek ini.
Pertanyaan ini membawa respons yang mengatakan projek ini akan dibawa ke Mesyuarat Jawatan Kuasa Pemilihan Judul Buku.

Saya menunggu selama 6 bulan untuk mendapatkan maklum lanjut. Kali ke-dua, saya menanyakan perkembangan projek ini pada 11.3.2011.
Tiga hari seterusnya, saya mendapat laporan bahawa projek terjemahan ini telah diluluskan untuk penerbitan.

Pun begitu, saya tidak dengar apa-apa berita selama 4 bulan selepas ini. Untuk kali ke-tiga, saya menanyakan perkembangan buku ini.
Saya dimaklum bahawa projek ini tersangkut sebab saya perlu memastikan Hak CopyRights dari penerbit asal dari buku yang saya gunakan sebagai rujukan.
Saya mencari penerbit buku rujukan itu dan menghubungi syarikat yang menerbitkan buku rujukan itu.
Pada tarikh 30.9.2011, saya dimaklumkan daripada penerbit syarikat buku rujukan ini darihal  kelulusan Hak Cipta. Dengan besar hati syarikat terbitan dari buku rujukan itu menyokong dan mengalu-alukan projek terjemahan ini.

Selama 5 bulan setelah mendapat kelulusan Hak Cipta, saya terpaksa membuat pertanyaan kali ke-4 darihal perkembangan buku ini.
Pada 7.3.2012 tahun ini, sekali lagi pihak ITBM mohon pengesahkan Copyrights dan saya menghantar bahan2 berkaitan.

Selanjutnya dari tarikh 26.3.2012, bermulalah perbincangan dan penyuntingan buku ini. Proses penyuntingannya melibatkan beberapa orang sasterawan dan salah seorang ialah Tuan Baha Zain.
Pada 21.5.2012, bermula proses semakan perinci. Selanjutnya pembikinan blurb dan sinopsis.
Akhirnya pada 11.6.2012 selesai segala proses penyuntingan.

DAN...alhamdulillah...akhirnya matlamat saya tercapat. Matlamat memandaikan bangsa.
8.8.2012 buku ini disusun dalam kedai buku ITBM.
Saya ingin titipkan rasa penghargaan kepada semua staf ITBM yang terlibat dalam penerbitan buku ini, hendak-hendak lagi CikPuan Basitah yang bertungkus lumus bersama saya. Semangat buku ini berbenih dari saya namun apalah saya tanpa kalian semua.

SUKMA BASHO DALAM HAIKU: hasil keringat saya bersama En Darma Mohammad yang mengambil masa 5 tahun. Hanya Tuhan yang tahu jerih usaha kami bermalam-malaman agar dapat kami hasilkan buku ini.

Boleh dapatkan buku ini online dari kedai buku ITBM: http://ecommerce.itbm.com.my/ms/node

Sukma Basho dalam Haiku menghimpunkan 400 buah haiku karya Matsuo Basho (1644-1694), iaitu penulis haiku Jepun terulung.

Antologi ini meluahkan suara hati beliau terhadap fenomena alam sekeliling sepanjang pengalaman merantau ke daerah pedalaman Jepun dan diungkapkan dengan penuh puitis melalui bahasa yang berkias.

Terjemahan haiku ini menghidangkan kemurnian puisi dengan mengekalkan keaslian haiku Jepun baik dari aspek isi mahupun teknik. Selain itu, teks asal dalam bentuk kanji turut dipaparkan buat peminat bahasa jepun di Malaysia.

======

Monday, August 06, 2012

Nuzul Al-Quran 1433

Saya melebihkan penjagaan kesihatan pada bulan Ramadan (ejaan mengikut Kamus Dewan). Sebenarnya sebulan sebelum tiba bulan Ramadan, persiapan menyediakan jasmani telah bermula.
Rutinnya saya lakukan setiap tahun.
Bermula dengan pemeriksaan gigi dan gusi. Saya tidak mahu sedang-sedang puasa siang hari, merasa sakit gigi atau gusi berdarah, walaupun alhamdulillah tidak pernah mengalami kedua-dua penyakit ini. Pun begitu, usaha penjagaan gigi dan gusi tetap saya lakukan.

Untuk senang berdiri dan duduk bersimpuh berulang kali melakukan solat di bulan Ramadan, lutut dan sendi bahagian kaki harus dikuatkan. Untuk ini saya membawa diri ke Dewan Jimnastik. Di sana pelbagai alat disediakan untuk melatih badan. Saya lebihkan hari berlatih pada hari-hari mendekati bulan puasa. Saya gunakan alat berjalan dan berlari juga berbasikal dalam menguatkan sendi-sendi kaki. Untuk menguatkan pinggang yang lemah sebab masa saya lebih banyak duduk menulis, saya naik alat kekuda. Alat ini menambah kebaikan pada bahagian punggung dan belakang.

Untuk mengimbangkan suhu badan dengan suhu panas/sejuk di luar, saya berendam dalam kolam air panas. Berendam dalam air panas juga membaikan masalah buasir [Kamus Dewan: penyakit yg disebabkan urat darah pd usus membengkak, puru sembilik, hemoroid]. Hidung yang selalu bersin saya bersihkan dengan asap sauna. Setiap minggu saya jalankan sesi berendam dan sauna dengan tujuan kesihatan ini.

Tiba bulan Ramadan pula, saya praktis tidur awal. Selepas berbuka, bersolat dan menantikan solat isyak yang awal di Jepun. Usai saja solat Isyak, saya tidur. Makanya tidur awal, mata ini celik awal juga untuk persiapan bersahur dan lain-lain. Amat menyenangkan mengatur segalanya jika cukup masa tidur.

Makanan tambahan setiap hari, khas pada bulan Ramadan ialah air tairu atau yoghurt. Air tairu ini untuk melawas usus dan kebersihan sepanjang saluran usus makanan.

Hari ini Nuzul Al-Quran, berbetulan jatuh pada tarikh masihi yang sama [6 Ogos] ketika junjungan Nabi kita terdengar perkataan "Iqra" dalam Gua Hira.

Sudah dua minggu, umat islam menjalani ibadah Ramadan, saya harap pembaca (saya kenal ramai di sini), akan terus menjaga kesihatan agar dapat memenuhi tugas fardhu puasa tanpa kesulitan.

==========

Friday, July 27, 2012

Percikan Pelangi sentuhan Berita Harian


"Karya Leyla Shuri dan Darma Mohammad menghimpunkan puisi haiku dan tanka yang menjadi warisan kesusasteraan klasik Jepun, sekali gus mengungkapkan renungan terhadap alam dengan latar budaya Melayu serta nilai Islam.

Skema haiku dan tanka dimanfaatkan oleh pengarang untuk mengerakkan hati nurani pembaca tapi ada kalanya lebih bertujuan memberikan ketenangan."---Sedikit sentuhan daripada En. Nazmi Yaakub.

=====

Wednesday, July 25, 2012

Tekak aku, tekak kamu

Hari ini saya tulis dalam kotak Facebook:
Salah seorang yang memahami akan situasi di musim puasa ini, berkata, "kita yang sangat pentingkan makanan, sebelum ramadhan lagi ustazah sudah berpesan untuk tidak menyiarkan sebarang gambar makanan di fb kerana seperti kita hidup berjiran, apabila masak dan jiran sebelah terhidu bau masakan kita, apa hukumnya kalau kita tak beri makanan yang kita masak tu kepada mereka?.. memang kadang-kadang terkecur juga melihat gambar makanan yang sedap-sedap yang mereka tayangkan tapi diri tak mampu nak beli atau mendapatkannya.."

Kakak-kakak dan para mak dara di luar sana, jangan mengamuk sangat! Ingatlah, orang tengok kita pada apa kita lakukan, bukan orang nampak niat kita dalam hati.
Engkau nak cekek sekeluarga sedap-sedap, cekeklah sendiri. Apa pula nak tayang-tayangkan orang lain. Kalau nak ajarkan resepi, dah pandai guna Facebook, hantarlah kepada orang yang bertanya sahaja. Ini tidak, seratus dunia ditayang-tayangkan. Kepala udang ke apa?
Fikirlah sikit. Ramai orang miskin sana, cik kak. Kesiah tak? Cuba kalau anak akak sendiri tengok gambar2 makanan sedap-sedap itu dan minta dan akak tak dapat berikan, mungkin akak sakit nak mampus tak dapat bangun lagi, mungkin akak tak ada duit, banyak kemungkinan. Ini tidak ada simpati langsung. Ingat tekak sendiri saja. Tak kah kesian pada anak akak itu.

Lagi pun bulan puasalah kak Oiii...kita pentingkan ibadah, bukan makanan. Get me tak, kak Oii...
Kan dah kena. Bahasa kasar begini mesti ramai orang faham dan dah agak punya ramai melenting, rasa terkena tekak masing-masing. Sakit hati dengan kak leyla. Tak apa.
======
 

Saturday, July 21, 2012

Dates


With this month of Ramadan 1433 starting today in Japan, Malaysia, and Singapore, this note on dates should be aspiring enough to be consumed by people with lesser feeling for this fruits as it is sunnah to break iftar with a piece or two of this wonder fruit.

May all Mukminin and Muslimin be awarded with His Barakah on this Holy Month, ameen.

The benefits of dates.

Treatment of constipation, as dates have high content of furit sugars (fructose).

It has anti-allergy properties due to its zinc contents.

It stimulates the reproductive system functions through its content of vitamins, minerals and phosphorous.

Treatment of heart diseases due to its iron contents.

It can be used as prophylatics treatment of renal failure due to its contents of vit B1, B2, B6 and sugar.

Treatment of anemia due to its contants of many meneral, the most important of which is iron.

Stops beding during pregnancy due to its content of vit. K and tanniene- an astringent agent.

Stop multiplication and reproduction of cancer cells due to its contents of magnesium, calcium and sulfur.

Relieves acidity and heart burn as it contains alkaline salts.

Prevents dizziness as it contains some agent such as carotene.

Dried dates flour and palm pith can treat Asthma and pertussis.

=====

Tuesday, July 10, 2012

Hari-hari haiku


Orang-orang Jepun mengambil peluang menggunakan haiku dalam hidup mereka. Tak kira tempat dan waktu, haiku terserlah dalam kegiatan hari-hari kehidupan mereka. Haiku kebanyakan dalam bentuk nasihat seperti dalam gambar ini banyak ditampal di mana-mana jua.

Gambar di atas menunjukkan kata-kata nasihat atau ayat-ayat peringatan yang ditampal pada tembuk batu di luar sekolah.

Papan-papan ini ditulis dengan ayat-ayat peringatan dalam satu pertandingan sayembara dan karya pemenangnya dipilih dan ditayangkan seperti dalam gambar ini.

========